Review Questions No 9-1, 9-2


1.            What is intellectual capital? What are the three main types of intellectual capital? How is each type of intellectual capital acquired?

Intellectual Capital digunakan untuk semua yang merupakan asset dan sumberdaya non-tangible atau non-physical dari sebuah organisasi, yaitu mencakup proses, kapasitas inovasi, pola-pola, dan pengetahuan yang tidak kelihatan dari para anggotanya dan jaringan koloborasi serta hubungan organisasi. Intellectual capital juga didefinisikan sebagai kombinasi dari sumberdaya-sumberdaya intangible dan kegiatan-kegiatan yang membolehkan organisasi mentransformasi sebuah bundelan material, keuangan dan sumberdaya manusia dalam sebuah kecakapan sistem untuk menciptakan stakeholder value. [1]

Modal Manusia (Human Capital)
Nilai para karyawan ditentukan dari kemampuannya dalam mengaplikasikan keterampilan dan keahlian mereka. Human Capital adalah gabungan kapabilitas Manusia di suatu organisasi untuk memecahkan permasalahan bisnis. Human Capital bersifat melekat pada diri manusia dan tidak bisa dikatakan menjadi milik organisasi. Artinya, Human Capital bisa turut pergi meninggalkan organisasi ketika orang-orangnya pergi. Human Capital juga meliputi seberapa efektif suatu organisasi menggunakan sumber daya insaninya sebagai dalam ukuran semisal kreativitas dan inovasi.

Modal Struktural (Structural Capital)
Yang dimaksud dengan modal struktural adalah Infrastruktur pendukung, proses dan basis data organisasi yang memungkinan Human Capital dalam menjalankan fungsinya. Modal struktural juga meliputi perihal seperti gedung, perangkat keras, perangkat lunak, proses, paten, dan hak cipta. Tidak hanya itu, modal struktural juga meliputi perihal seperti citra organisasi, sistem informasi, dan hak milik basis data. Karena keberagamannya ini, maka modal struktural bisa diklasifikasikan lebih jauh lagi menjadi modal inovasi, proses, dan organisasi.

Modal Relasional (Relational Capital)
Yakni modal yang terdiri dari perihal yang bisa dengan jelas teridentifikasi seperti hak cipta, perizinan, waralaba, namun juga bisa meliputi perihal yang tidak tampak konkret seperti interaksi dengan pelanggan dan hubungan antar manusia.

2.            What is explicit knowledge? What is tacit knowledge? How does each contribute to intellectual capital? Why do they require different management approaches?

Explicit Knowledge adalah pengetahuan yang didapatkan dari buku, dokumen, laporan, memo, dll. Sedangkan Tacit Knowledge adalah pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman, intuisi, bekerja [2]. Tacit Knowledge bisa membantu orang untuk menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dan efisien berdasarkan pengalamannya. Explicit Knowledge bisa membantu pemilik bisnis untuk menganalisa data yang dikumpulkan untuk bisa digunakan kedepannya. Dibutuhkan Explicit Knowledge dan Tacit Knowledge untuk menyelesaikan masalah yang akan dihadapi bisnisnya kedepan.

Referensi:
[1] Wikipedia.org, ‘Modal Intelektual’, 2002. [Online]. Available: https://id.wikipedia.org/wiki/Modal_intelektual. [Accessed: 12-Mar-2019]
[2] Tlu.ee, ‘Tacit and Explicit Knowledge’, 2016. [Online]. Available: https://www.tlu.ee/~sirvir/Information%20and%20Knowledge%20Management/Key_Concepts_of_IKM/tacit_and_explicit_knowledge.html. [Accessed: 12-Mar-2019]


Comments