Information Systems and Strategy



·       Porter’s Five Competitive Forces
1.     Threat of new entrants
Pendatang baru bisa menjadi ancaman dalam bisnis sehingga kita harus  memperkuat posisi bisnis kita. Dengan cara membuat sebuah hambatan masuk, salah satunya dengan memperkuat identitas brand kita sehingga konsumer lebih percaya dengan produk kita dan enggan untuk pindah ke produk lain. Dengan memperkuat brand kita juga dapat mempertahankan posisi kita di dalam pasar. Selain itu juga ada Switching Cost, meningkatkan switching cost dibuat agar konsumen enggan pindah dari supplier sat uke supplier yang lain karena biaya uang dan biaya psikologis. Selain itu juga ada Network Effects, teknik ini digunakan untuk meningkatkan nilai sebuah produk dengan cara meningkatkan banyaknya pengguna.
2.     Power of Buyers
Buyer Power dapat meningkat saat supplier lain dapat memberikan pelayanan yang sama dan pembeli dapat berubah ke supplier lain dengan gampang. Contohnya di bisnis penerbangan karena pembeli dapat membandingkan harga penerbangan yang satu dengan yang lain. Sehingga banyak bisnis menerapkan teknik review product, sehingga penjual dapat menilai jika pelayanan mereka sudah bagus atau belum.
3.     Power of Suppliers
Kita dapat meningkat kekuatan supplier dengan cara memjual pelayanan/produk yang unik sehingga kita mempunyai musuh, semakin sedikit musuh berarti semakin tinggi harga yang bisa kita terapkan. Tingginya Switching Cost, dan Loyalty Program juga dapat memperkuat kekuatan supplier. Jika sebuah perusahaan ingin pindah ke supplier yang satu ke supplier yang lain dapat menjadi sangat merepotkan, karena perusahaan itu harus memindahkan datu satu ke data yang lain dan mungkin kehilangan sebuah fitur.
4.     Threat of Subtitutes
Persaingan tidak hanya timbul dari perusahaan yang menjual produk yang sama tapi juga muncul dari perusahaan yang memberikan fitur pelayanan yang sama. Contohnya perusahaan rute perjalanan bus dan perusahaan rute perjalanan kereta api, mereka menjual produk yang berbeda tapi mereka menjual pelayanan yang sama.
5.     Rivalry Among Existing Competitors
Persaingan antara perusahaan sudah menjadi sangat tinggi dan berdampak pada penurunan keuntungan. Karena antar perusahaan berlomba untuk menghadirkan produk yang lebih murah. Tetapi perusahaan yang menyerang duluan di price war dapat mendapatkan keuntungan, tetapi sebenarnya semua perusahaan akan terkena dampak. Walau begitu, konsumen yang akan untung besar. Pertumbuhan yang pelan juga bisa menjadi persaingan yang menakutkan, karena perusahaan akan melakukan segala Teknik untuk memenangkan pasar tersebut. [1]
·       Factors that Affect How the Five Forces Operate
1.     Disruptive Technology and Innovations
Disruptive Technology bisa terjadi karena perkembangan teknologi. Contohnya dulu kamera masih menggunakan film, tetapi sekarang semua kamera sekarang digital. Perusahaan yang tetap bertahan dengan produk lama kemungkinan akan bisa bangkrut karena penolakannya untuk berubah. Internet sendiri bisa menjadi sebuah kunci utama dalam Disruptive Technology. Karena internet dapat menurunkan hambatan untuk pendatang baru. Contohnya menurunkan Switching Cost dan dapat memfasilititasi pasar yang lebih luas. Selain internet ada juga Wireless Communication and Mobile Technologies. Contoh dari factor tersebut adalah, mendapat diskon dari meng-scan sebuah produk, ada juga free wifi yang menarik perhatian orang-orang yang ingin menghemat uang. Economist Joseph Schumpeter menggunakan nama Creative Destruction untuk mendeskripsikan pendatang baru yang berhasil menguasai teknologi baru, sedangkan perusahaan lama yang masih berusaha bertahan dengan bisnis lama mereka. Contohnya dulu Musik Industri mengkontrol semua harga music tetapi lalu datang Itunes yang merusak harga dan Sony’s CEO, Howard Stringer kehilangan jutaan dollar karena kalah dengan Apple.
2.     Governments Policies and Actions
Keputusan dari pemerintah dapat mempengaruhi keuntungan dari suatu bisnis, contohnya pinjaman dengan bunga yang rendah dpat meningkatkan ancaman dari pendatang baru. Selain itu juga ada penduduk lokal yang protes karena toko online tidak membayar pajak sehingga penduduk lokal menjadi rugi karena orang-orang lebih memilih toko online.
3.     Complementary Services and Products in the Ecosystem
Banyak industri yang dapat mempengaruhi industri lain, contohnya dibuat printer berwarna yang bisa membantu pengusaha kecil dengan membuat brosur atau iklan dengan menghemat uang. Lalu ada juga di US, awalnya kasino tidak legal di Amerika tetapi seberjalannya waktu kasino menjadi legal sehingga pembuat aplikasi di hp membuat game kasino, membayar taruhan dengan kartu kredit.
4.     Environmental Events and “Wildcards”
Bencana alam bisa berdampak kepada bisnis, karena bencana alam dapat berdampak merusak bisnis atau menurunkan ketertarikan konsumen. Contohnya, ada bencana gempa bumi sehingga merusak bisnis, itu dapat menyebabkan kerugian. Selain itu, bisa juga terjadi musim hujan sehingga konsumen menjadi kurang tertarik dengan es krim.
·       The Value Chain and Strategic Thinking
1.     Extending the Value Chain: From Suppliers to the Firm to Customers
Memperluas sistematika dari supplier ke konsumer bisa menjadi salah satu strategi dalam bisnis. Contohnya dalam mendapat produk mentah lalu diproses menjadi produk lalu dijual di pasar, dan tidak berhenti disitu karena supplier masih bisa menjual aksesories untuk produknya. Bisa juga meningkatkan nilai sistematika dari review seorang konsumen.
2.     Benchmarking Components of the Value Chain
Terkadang perusahaan harus membandingkan dengan perusahaan lain dalam biaya produksi. Contohnya Perusahaan A membayar biaya yang lebih dari perusahaan B di sektor sumber daya manusia. Bisa jadi membayar biaya yang lebih mahal menjadi strateginya karena merekrut orang yang lebih pintar.
3.     IT Benchmarks
Sebuah bisnis harus membandingkan biaya yang dibuang untuk menjadikan modal dalam bidang komputer. Contohnya Bank perlu membuang biaya yang lebih karena perlu memperkuat keamanan bank, dibanding oleh sekolah yang perlu biaya dalam ruang kelas, proyektor, dan guru. Sehingga kita dapat memilih untuk menghemat biaya atau membuang biaya lebih untuk meningkatkan kualitas dari suatu produk atau pelayanan.
·       Competitive Strategies in Business
1.     Low Cost Leadership Strategy
§  Memberikan biaya yang lebih murah dengan produk yang sama.
2.     Product Differentiation Strategy
§  Memberikan fitur unik sehingga konsumen rela untuk membayar lebih demi mendapat fitur tersebut.
3.     Focused Niche Strategy
§  Mencari grup konsumen yang memiliki kesukaan yang sama, lalu menawarkan produk ke grup konsumen tersebut.
·       The Role of Information Systems in Strategy
Dengan menggunakan sistem informasi, kita dapat mendapatkan strategi dalam berbisnis yang kompetitif. Selain itu, kita juga dapat menghemat biaya dengan sistem informasi. Karena sistem informasi strategi dapat mengurangi 3% di semua bisnis, bahkan di bisnis yang tidak terlalu memakai IT.
·       Information Systems: Run, Grow, and Transform the Business
Perusahaan biasanya menghabiskan 2/3 pengeluaran untuk IT agar semua bisa tetap berjalan, entah itu untuk gaji IT, komputer, aplikasi, lisensi, dll. Karena tanpa itu bisnis tidak akan bisa berjalan dan berkembang. Maka itu IT menjadi salah satu kunci dalam strategi karena IT memegang peranan penting dalam bisnis. Contohnya adalah mengurangi biaya dalam pengobatan dengan mendigitalisasi rekaman medis untuk mengurangi pengeluaran. Walaupun pengadopsian teknologi masih lambat tapi kedepannya semua akan terekam di komputer.[2]
·       Information Strategies and Nonprofit Organizations
1.     Fund Raising
§  Banyak yang mengandalkan internet untuk mengumpulkan donasi, bahkan dengan adanya internet, sebuah non-profit organisasi dapat mencapai belahan dunia mana saja untuk mendonasi.
2.     Voluteering
§  Mencari banyak relawan juga menjadi sangat penting dalam organisasi non-profit. Membantu relawan yang ingin membantu dalam skill yang cocok dengan mereka. Itu kenapa sistem informasi menjadi sangat penting.
·       Information Strategies and Government
o   Sistem informasi juga menjadi sangat berguna di pemerintahan karena mempunyai banyak kegunaam. Contohnya untuk kebutuhan militer, polisi lokal, petugas alam, dan perpajakan.
1.     Increasing Access and Enhancing Services to the Public
Sekarang banyak sekali website pemerintahan yang meringankan pekerjaan penduduk, karena sekarang penduduk tidak perlu lagi ke kantor pemerintahan untuk mengurus surat-surat. Pemerintahan juga menyimpan data-data penduduk di komputer.
2.     Funding Research for Technological Innovation
Pembiayaan dari Pemerintah juga sangat penting dalam penelitian teknologi di masa depan. Contohnya dalam pembuatan energi alam dan perabotan listrik yang pintar.[3]
·       Does I.T. Matter ?
Strategi IT sudah menjadi sesuatu yang sangat biasa di dunia bisnis sehingga IT tidak menjadi sesuatu yang sangat penting lagi karena sudah dimengerti oleh banyak orang dan tidak special lagi.
1.     Spending on Running, Growing, and Transforming
Yang menjadi kunci utama dalam perkembangan teknologi adalah “Manusia”. Karena teknologi tidak bisa berevolusi dengan sendirinya tanpa orang-orang berbakat. Tetapi teknologi sendiri juga penting karena dengan teknologi bisa membuat nilai suatu tinggi dengan biaya sekecil-kecilnya.
2.     Leveling UP! : A Strategic Analysis
Leveling UP menjadi menarik karena Leveling UP mempunyai fitur permainan yang cepat dan dipadukan juga dengan belajar. Leveling UP juga menjadi game di HP. Leveling UP juga menggunakan Twitter dan Youtube sebagai media marketingnya, dengan memberikan demografik. Leveling UP juga mempunyai fitur hadiah special dan ringtones bagi yang mendapat nilai tinggi. Level pemain juga akan terus naik sesuai pertanyaan yang dijawab.


Referensi:
[1] Mindtools.com, 'Porters Five Forces', 2014. [Online]. Available: https://www.mindtools.com/pages/article/newTMC_08.htm. [Accessed: 14-Jan-2019]
[2] Wikipedia.org, 'Porters Five Forces Analysis', 2011. [Online]. Available: https://en.wikipedia.org/wiki/Porter%27s_five_forces_analysis. [Accessed: 14-Jan-2019]
[3] Investopedia.com, 'Price Leadership' 2013. [Online]. Available: https://www.investopedia.com/terms/p/price-leadership.asp. [Accessed: 14-Jan-2019]

Comments